Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Membuat Soal yang efektif

Oleh Admin 01-04-2016 09:07:51

1.PENDAHULUAN

Mengapa murid saya di kelas sangat rendah ketuntasannya ya,padahal berbagai pendekatan sudah dilakukan , bahkan menerangkan pelajaran sampai mulutnya berbusa tapi kok hasilnya tidak memuaskan” kata seorang guru dengan perasaan gundah. Dalam kasus ini posisi peserta didik selalu berada pada pihak yang tersalahkan, padahal sangat mungkin ketidak tuntasan itu terjadi karena  adanya mall praktek oleh soal yang dibuat oleh guru tidak efektif atau tidak mengukur apa yang seharusnya di ukur, untuk itulah kita perlu muhasabah sudah benarkah soal yang kita buat telah mengukur indikator pembelajaran yang telah dirumuskan  atau benarkah soal yang kita buat dimengerti maksudnya oleh anak kita, atau justru siswa mengalami kebingungan maksud soal guru maka kita perlu mengenal tips membut soal efektif.

APAKAH SOAL ITU

Soal hakekatnya adalah alat untuk memperoleh data dalam proses penilaian, sedang tujuan utama penilaian adalah memberikan data tentang kualitas hasil belajar, tidak hanya sekedar mencari jawaban terhadap pertanyaan tentang apa, tetapi lebih diarahkan pada menjawab pertanyaan tentang bagaimana atau seberapa jauh sesuatu proses atau hasil yang diperoleh seseorang atau suatu program.

Tes dikatakan efektif apabila tes yang disajikan terdiri atas butir-butir soal yang menguji tujuan indikator pembelajaran dari berbagai ranah, pengetahuan, kemampuan, dan ketrampilan secara benar. Oleh karena itu diperlukan perencanaan tes yang matang apa yang akan di nilai, dengan soal apa nilai akan diperoleh bagaimana tingkat kesukaran dan pengecoh soal tesebut, bukan sekedar mengambil soal dari LKS yang dipertanyakan validitas dan kualitasnya atau soal yang di buat oleh guru sekedar memenuhi tuntutan evaluasi namun kurang memperhatikan efektifitas soal, untuk itu diperukan beberapa tips sebelum membuat soal tes, yaitu:

1. Pembuatan butir soal dilakukan berdasarkan pentingnya konsep, generalisasi, dalil, atau indikator pembelajaran yang harus di uji, jangan sekali-kali membuat soal sesuai tuntutan jumlah namun tidak fokus terhadap apa yang kan dicapai.

2. Menentukan tipe tes yang akan digunakan apakah esai, objektif atau problem matematik,Jika sasaranya adalah ranah kognitif maka tes tulis dapat diterapkan, namun jika yang di ukur adalah ranah psikomotorik maka observasi dan pengamatan paling tepat dijadikan alat evaluasi.

3. Pahamilah aspek yang akan di uji, apakah pengetahuan (C1),pemahaman (C2) ,Aplikasi (C3) Analisis (C4) atau sintesis (C5) atau evaluasi (C6), dalam membuat soal hendaknya memperhatikan pertimbangan sebagai berikut:

1)      Jika tes yang anda buat berorentasi pada pengetahuan, pemahaman atau aplikasi .sebaiknya sebaiknya soal yang mewakili ketiga aspek diatas  lebih banyak, sedangkan level Analisis, sintesis, evaluasi bersifat pengembangan atau pelengkap.

2)      Tentukanlah jenis soal yang dianggap tepat,mudah dan efisien,

apakah Multiple choice (pilihan ganda),Matching (menjodohkan) atau True False (bensr salah), akan lebih baik jika dalam satu paket soal jenis soal diterapkan secara simultan,karena sangat mungkin siswa yang kurang memahami soal pilihan ganda tetapi memahami dalam soal jenis benar salah.

3)      Membuat soal hendaknya memerlukan 10 pertimbangan lain  yaitu:

1.       Cara menjawabnya, apakah akan menggunakan open book atau closed book, jika pembuat soal lebih mementingkan kualitas penalaran dibandingkan betul salah maka open book lebih baik,namun jika guru mengutamakan pengetahuan benar salah maka close book lebih baik.

2.      Frekuensi pelaksanaan tes sering atau jarang,jika tes sering dilakukan maka soal pilihan ganda lebih mudah di koreksi,  di analisis dan di interpretasikan hasilnya, namun jika tes jarang dilaksanakan jarang dan ingin mengetahui alur penalaran dan alur jawaban siswa maka essai murni lebih baik.

3.      Apakah pelaksanaan tes diumumkan sebelumnya atau mendadak, jika tes dilakukan mendadak maka tingkat kesiapan anak semakin berkurang sehingga hasilnya mungkin kurang maksimal, jika guru ingin mendidik dan menumbuhkan kemandirian dan kedispilinan belajar maka pola tes mendadak ini dapat diterapkan, namun jika tingkat kesadaran,kecerdasan dan kesiapan peserta didiknya kurang baik maka di umumkan sebelumnya lebih afektif.

4.      Hendaknya menggunakan bahasa yang sederhana dapat dipahami oleh segala pihak gunakan bahasa yang tepat, tidak sensitif dan tidak berbelit,setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat.

5.      Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang sama, yang bukan merupakan satu kesatuan.Jangan dimulai dengan kata “Yang” atau “Dan” karena hal ini menunjukkan kalimat lanjutan.

contoh:

1.Siapakah tokoh yang patut di teladani pada bacaan diatas:

a.Jenderal Soeharto

b.Jenderal Besar Soeharto

c.Ir.Soekarno

d.Bapak bangsa Soekarno

E.Bj.Habibie

Anaisa:1. patut adalah bahasa jawa, sedang soal digunakan oleh peserta didik  yang berasaldari berbagai suku,maka kata patut harus di sesuaikan dengan kata dapat atau pantas.

             2.Jenderal dan Jenderal Besar adalah gelar yang sama, sehingga

               membingungkan.

 

6.      Hindari pertanyaan atau pernyataan yang memiliki dualisme respon,karena siswa akan mengalami kebingungan dalam menjawabnya.

contoh:

1.Hikmah dan tujuan shalat gerhana matahari adalah…..

a.menunjukkan rasa syukur  kepada Allah

b.mengumpulkan jamaah agar terhindar bencana

c.membina kerjasama dan rasa empati

d.menambah pahala.

Jawaban :A

 

 

 

Anaisa:1. Hikmah dan tujuan tidak sama, sedang jawaban A menunjukkan tujuan

                shalat gerhana

7.      Hindari  pengecoh (distractor). yang bermakna ganda

Contoh:

Pengaruh Psikhis yang dialami pengguna Narkoba adalah…..

a.berat badan menrun

b.menjadi sangat sensitive

c.mudah marah

d.mata menjadi merah

Anaisa:1. distractor b dan c sama maknanya

8.     

“ width=“413” height=“168” />Hindari jawaban harus disusun urut dari urutan besar ke kecil dan sebaliknya serta yang serupa.

 

 

9.      Hindari pertanyaan atau pernyataan yang mengarahkan jawaban

Contoh:

Monumen Nasional terletak di Ibu Kota Provinsi …..

a.Jepara

b.Jakarta

c.Depok

d.Bekasi

Analisa :Provinsi seluruh Indonesia yang Bergelar Daerah Khusus Ibu Kota hanya

              Jakarta,sehingga soalnya mengarah ke jawaban

10.  Hindari pertanyaan atau pernyataan yang mengarahkan kepada munculnya perpecahan atau konflik .

Contoh:

1.Apabila sekelompok laki-laki ingin melaksanakan shalat berjamaah subuh,maka 

   hukum  membaca doa qunut   adalah…..

a.Wajib

b. sunah

c.makruh

d. haram

Analisa :status doa qunut para ulama berbeda pendapat ada yang sunnah ada yang

              makruh ,sehingga soal ini mengandung konflik peserta didik

Mengingat keterbatasan tempat maka sajian artikel ini di bagi menjadi dua bagian,Semoga

tulisan sederhana ini bermanfaat ,Amien (Drs.Saifudin Zuhri,M.Pd.I MTsN 16)

          Referensi:

1.       Zainul, Asmawi dan Noehi Nasution. 2005. Penilaian Hasil Belajar. Buku 1.15. Pekerti. Depdiknas.

2.       http://www.ut.ac.id/html/suplemen/mkdk4005/isi_3_3.htm

3.        http://kehidupankudidunia.blogspot.com/2010/06/panduan-penulisan-soal-i.html