Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Dharma Wanita Kemenag Latih Anggotanya Jadi Ibu Yang Baik

Oleh Admin 03-11-2015 12:36:13


Jakarta (Pinmas) —- Sadar akan pentingnya peran orang tua, khususnya para ibu dalam membentuk kharakter putra-putrinya, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI, menggandeng OASE (Organisasi Aksi Solidaritas era Kabinet Kerja), menyelenggarakan Pelatihan Duta OASE CINTA di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kemenag Thamrin, Jakarta, Selasa (3/11).

Pelatihan ini diikuti oleh 150 peserta, yang terdiri atas Anggota DWP Kemenag Pusat, DWP masing-masing unit, DWP Kemenag DKI, Banten dan Jawa Barat, serta para Guru RA binaan DWP Kemenag pusat.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan bisa menjadi ibu yang lebih baik dalam mengasuh putra-putrinya sejak dini. Dari situ diharapkan  si kecil mampu tumbuh dengan baik, cerdas, berbudi pekerti luhur, unggul dan berkarakter Abad 21.

Ketua Umum DWP Pusat, Wien Ritola Tasmaya mengapresiasi pelatihan ini, sebagai salah satu solusi agar putra-putri mendapatkan kasih sayang dan cinta yang cukup. “Cinta adalah modal utama, agar anak-anak kita mampu berkembang dengan baik, cerdas dan kompetitif. Cinta juga modal utama dalam membina rumah tangga dan negara,” terangnya.

Sementara itu, Pembina DWP Kemenag, Trisna Willy Lukman Hakim mengatakan, anak merupakan aset yang paling berharga, baik oleh keluarga, bangsa maupun negara. “Sebab, anaklah yang akan menggantikan kita dan kelak menurunkan generasi berikutnya. Untuk itu, mendidik anak dan menjadikannya berkharakter positif, mampu berfikir, bersikap dan bertindak secara baik dan benar, bahkan bersikap untuk kebenaran dan bertindak demi yang benar, adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar,” tegas Trisna.

Trisna mengingatkan, jika salah didik, anak berpotensi berfikir, bersikap, dan bertindak negatif. Menurutnya, ada dua faktor yang mampu mempengaruhi pembentukan kharakter anak , yakni bawaan dari diri anak, dan lingkungan. Bawaan diri anak adalah sifat-sifat posirif yang ditanamkan Tuhan pada setiap anak, seperti kejujuran, percaya diri, tanggung jawab, penolong, dapat dipercaya, menghargai, menghormati, menyayangi dan lain sebagainya.

Sedang lingkungan, lanjut Trisna, terkait dengan pandangan anak terhadap dunia yang dimilikinya, seperti pengetahuan, pengalaman, prinsip-prinsip moral yang diterima, bimbingan, pengarahan dan interaksi orang tua dengan anak. Trisna melihat, lingkungan positif, akan membentuk kharakter yang positif pula.

Trisna juga mengingatkan, sifat bawaan anak, tidak bisa berkembang dengan sendirinya, melainkan harus dikembangkan dengan sungguh-sungguh melalui pengasuhan dan bimbingan yang positif. “Jika setiap anak dan keluarga memiliki kharakter positif, maka akan tercipta masyarakat yang bermoral baik, sehingga akan tercipta pula baagsa yang dapat hidup sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Dan kita, sebagai orang tua, punya tanggungjawab untuk ini,” tekan Trisna.

Dalam pelatihan yang mengambil tema “Parenting Pendidikan Karakter Terhadap Anak” peserta diperlihatkan dan diajari beberapa hal yang berkaitan dengan anak dan perkembangannya oleh pemateri dari OASE seperti Ratna Megawati, dan lainnya. (G-penk/mkd/mkd)