Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/specweb/public_html/sch-id/util/konek.php on line 9

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 5

Notice: Undefined index: SESSTAMUGURU in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/judul.php on line 17

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/specweb/public_html/sch-id/theme/tema_1/templ.php on line 33

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Sekjen Minta Pengelola Anggaran Lakukan Pemetaan Barjas

Oleh Admin 03-11-2015 12:31:25

Jakarta (Pinmas) – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam mendorong pengelola anggaran di Kemenag agar melakukan pemetaan terhadap barang dan jasa, mana yang perlu dipercepat, mana yang bisa tengah-tengah (pertengahan tahun), mana yang bisa agak dikebelakangkan, ini supaya bisa dilakukan pemetaan secara cermat. 

“Kalau misalkan pengadaan barang dan jasa ini musti dipercepat pengadaannya. Maka dibikin pengadaan tersebut sebagai prioritas  yang harus diselesaikan ditahap awal, kemudian yang penting, agak penting dan selanjutnya,” terang Nur Syam dalam arahannya saat membuka kegiatan Sosialisasi Inpres Nomor 6 Tahun 2016 di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag Jalan MH. Thamrin No. 6 Jakarta, Senin (2/11). 

Dikatakan Nur Syam, bila pengadaan barang dan jasa itu mengambil waktu yang panjang, maka harus diprioritaskan, pengadaan jasa semacam ini harus diadakan pada bulan November atau Desember ini. Begitu DIPA kita keluar, kita sudah tahu besarannya berapa, kemudian melakukan pelelangan. Supaya nanti pada tanggal 31 Maret sudah bisa ditandatangani kontraknya. 

Selain itu, belanja rutin. Belanja rutin memang dilakukan pertanggal 1 Januari pelaksanaannya. Disebutkan Nur Syam sebagai pelelangan yang urgen. Pelelangan yang urgen, maka dia harus didahulukan.

“Kalau sudah dipetakan,dan kita ketahui, maka  laporkan ke pusat. Jadi dari Kabupaten kota laporkan ke kanwil, nanti kanwil akan kita minta hasil pemetaan urgen yang harus diselesaikan pada awal tahun 2016,” paparnya. 

Kepada pengelola anggaran di Kemenag, Nur Syam mendorong mereka agar melakukan jalinan kerjasama dengan instansi  terkait  (BPK dan BPKP) dan Itjen minimal pada saat penjelasan (anwizing). Menurutnya, era sekarang ini adalah eranya orang tidak puas, zamannya sekarang ini adalah zamannya orang tidak puas, yang kedua adalah semuanya dengan rekayasa. 

“Karena eranya orang tidak puas ini,Bapak/Iibu sekalian harus benar-benar hati-hati ketika harus mengeksekusi siapa yang akan menang lelang kita,” kata Nur Syam. 

Nur Syam menginginkan, tahun 2016, pengadaan barjas 100 persen harus melalui proses LPSE. Menurutnya, melalui  LPSE kita bisa meminimalisasi  rekayasa, meminimalisasi  pertemuan-pertemuan (dengan penyedia) pengadaan barang dan jasa.

“Oleh karena itu, gunakan LPSE untuk mengadakan barang dan jasa. Dengan LPSE,akan ada penghematan yang luar biasa. Kalau kita lihat, dalam pengadaan barang dan jasa (di Kemenag) ada penghematan Rp23 Milyar lebih  dari sekitar 61 pengadaan barang dan jasa,” ucap Nur Syam. 

Sekjen menilai, forum sosialisasi ini adalah forum untuk menyamakan pemahaman. Ia berpandangan, terkadang di antara kita masih ada perbedaan penafsiran. Bunyi aturan semacam ini tetapi penafsirannya bisa bermacam-macam, oleh karena itu sosialisasi semacam ini diharapkan akan dapat menjadi salah satu sarana untuk saling memahami agar kemudian tidak ada keraguan bagi para pelaksana anggaran di daerah. Kemudian tidak ada justifikasi yang tidak relevan kedepan  dengan aturan yang berlaku itu.  Agar seluruh peserta bisa memahami detil persoalan barjas, Sekjen minta narasumber dari LKPP  untuk memaksimalkan waktu untuk diskusi. 

“Tanyakan sedetil-detilnya pengalaman-pengalaman yang Bapak Ibu sekalian miliki, supaya nanti bisa memiliki pemahaman yang sama, syukur kalau kemudian pertemuan semacam ini bisa menghasilkan pedoman – pedoman umum yang bisa kita ambil  dalam pengadaan barang dan jasa ini.  Apakah nanti dalam bentuk surat edaran yang merupakan hasil dari pemahaman bersama, tentu itu nanti bisa menjadi pedoman diantara kita, baik itu pada taraf pemeriksaan dari Itjen, BPKP maupun BPK, supaya tidak ada keraguan diantara kita, kita mengeksekusi program, kita yakin  bahwa itu sesuatu yang benar, karena berpedoman pada inpres yang sama,” ucap Nur Syam. (ba/dm/dm).