Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Tuliskan Impian-Impian Anda

Oleh Admin 16-10-2015 17:50:52

Saya punya banyak impian. Sayangnya saya tidak bisa segera meraihnya dalam waktu sekejap. Karena itu saya sediakan sebagian dari waktu dan investasi saya untuk terus “membangun” impian saya di masa depan.

Saya perhatikan banyak orang yang “membuang” impiannya. Ia sudah menyerah sebelum mulai membangunnya. Mungkin karena ia merasa nggak akan mungkin bisa mewujudkannya. Karena itu ia campakkan dan kubur jauh-jauh impian-impiannya. Banyak orang sudah tak berani lagi. Bahkan hanya untuk bermimpi!

Apa salahnya kita bermimpi? Gratis kok. Saya bahkan mulai berani menuliskan keinginan-keinginan saya yang paling mustahil sekalipun. Kan cuma menuliskan saja. Nggak ada masalah kan?

Saya tulis, saya tulis dan semakin saya sering menuliskan impian-impian saya … tak terasa impian itu jadi hidup!

Kalau tadinya ia hanya sejumlah kata-kata .. yang cukup menggelikan, namun anehnya … kalimat-kalimat itu jadi “nempel” terus di benak saya. Hadir terus dalam setiap proses pengambilan keputusan saya. Membakar saya untuk terus melangkah menuju impian itu.

Sungguh luar biasa ya. Mungkin memang sering-sering menuliskan impian benar-benar bisa membangunkan “jin ifrid” dalam batok kepala kita. Ibarat jin dalam lampu wasiat aladin, ia bisa kita suruh melakukan apa saja. He he

Saya belum begitu meneliti efek dari menuliskan impian ini pada kebanyakan orang. Namun sepanjang pengetahuan saya, setiap manusia dianugerahi dengan potensi-potensi luar biasa yang belum kita gunakan sepenuhnya.

Otak bawah sadar kita misalnya. Para ahli mengatakan, di bawah sadar inilah kita menyimpan seluruh data dan memori hidup kita. Ia bekerja 24 jam sehari terus menerus, bahkan saat kita tidur. Sayangnya ia menyimpan semua input, tak peduli positif ataupun negatif dan tak bisa menyaring mana yang perlu disimpan dan mana yang tidak.

Pintu masuk ke simpanan bawah sadar ini sering kita abaikan. Bahkan selama ini kita biarkan saja ia “berada dalam pengaruh” antah berantah. Kita membiarkan kekuatan bawah sadar kita di-remote oleh motif-motif orang lain. Ada banyak input yang masuk “tanpa disaring” oleh otak-bawah-sadar ini. Semua yang “kita masukkan” tidak pernah kita filter sama sekali. Akhirnya kita membangun keyakinan-keyakinan kita, membentuk akhlak kita, membangun kebiasaan-kebiasaan kita lewat “remote-remote” yang diputar “lagunya” oleh orang lain. Kalau kebetulan input yang masuk positif, ya alhamdulillah. Kalau negatif? ya rusaklah kita.

Tatkala kita sering mengucapkan kata-kata “malas” misalnya, baik ketika kita sadar atau tidak, maka sesungguhnya kata-kata itu pasti disimpan di bawah sadar kita. Kalau ia sering diucapkan … yakinlah, kita benar-benar tumbuh jadi seorang yang sangat pemalas.

Benar-benar seperti mantera! Kita memang sering memanterai diri kita. Bahkan banyak sekali orang yang sering amat menyumpahi dirinya, mengutuki nasibnya. Percayalah, mantera-mantera itu benar-benar bekerja! Persis seperti yang kita manterai.

Dari pengetahuan inilah saya sedikit memahami luar biasanya “doa”. Bila kita berdoa setiap hari, keluar dari keinginan yang sangat dalam, sesungguhnya kita meng-input bawah sadar kita. Doa itu sendiri menjadi “perintah” yang akan membangunkan “kekuatan bawah sadar” kita.

Apalagi jika kita kemudian menuliskannya! Ketika kita menuliskan impian-impian kita, keinginan-keinginan kita, maka sebenarnya kita memberi makan benih-benih impian yang kita tanam, lalu menyiraminya, membuat ia tumbuh besar dan kemudian ketika waktunya tiba … bergeraklah ia. Lalu tiba-tiba kita pun jadi “excited”, terbakar, semangat, kuat, dan jadi “tergila-gila” dengan impian kita itu.

Jadi, yuk kita pupuk impian kita dengan terus menuliskannya. Bagaimana menurut anda?

*** Penulis: Nilna Iqbal

sumber : pustakanilna.com