Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Menag: Tiga Sikap Cak Nur yang Patut Diteladani

Oleh Admin 30-08-2015 14:20:02

Jakarta (Pinmas) —- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, banyak keteladanan pada diri (alm) Nurcholish Madjid (Cak Nur) yang patut diteladani. Keteladan yang pertama, menurut Menag terkait dengan keterbukaan dan dialog. 

“Cak Nur melihat agama mengajarkan sikap terbuka dan membangun dialog. Sikap itu membentuk kita untuk menjadi arif dan bijaksana dalam merespon hal baru, memahami dan menyikapi perbedaan secara adil. Cak Nur juga berani menyampaikan kritik secara terbuka, agar publik merespon pemikirannya,” kata Menag saat memberi sambutan pada acara Peringatan Haul ke-10 Cak Nur di Soehanna Hall, The Energy Tower, SCBD, Jakarta, Sabtu (29/08) malam.

Pada kesempatan haul yang mengangkat tema Cak Nur untuk Indonesia itu, dilaunching Juga Buku karya istri Cak Nur, Omi Komaria Madjid yang berjudul “Hidupku Bersama Cak Nur”.

Keteladanan kedua, Kesalehan Sosial. Junior Cak Nur di Gontor tersebut melihat, bahwa dasar ajaran agama adalah memanusiakan manusia. Kesetiaan Cak Nur menyegarkan pemikiran keagamaan adalah amal shalih yang manfaatnya dapat dirasa banyak orang.

“Begitu pula upaya Beliau mencitrakan Islam sebagai agama yang sejuk dan bermanfaat bagi kehidupan pada setiap zaman, dapat kita maknai sebagai ajakan untuk mendapat ridha Allah SWT secara bersama-sama,” imbuh Menag.

Keteladanan ketiga, lanjut Menag, adalah tentang keberagamaan dalam kemajemukan. “Cak Nur mengajarkan kita bagaimana merawat Indonesia yang majemuk untuk tetap utuh dan semakin baik” tambah Menag.

Menag berharap, Nurcholish Madjid Society dapat menjelaskan secara detail kepada dunia, beberapa issu pemikiran Cak Nur yang hingga kini banyak dianggap kontroversi, seperti pluralisme sekukarisme dan lain sebagainya. “Saya yakin, jika beberapa pemikiran Cak Nur dipahami dengan baik, maka pemikiran tersebut akan mencerahkan dan menyegarkan Indonesia untuk lebih dinamis. Cak Nur bukan hanya untuk Indonesia, tapi dunia,” yakin Menag. (G-penk/mkd/mkd)