Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Kloter Dari Madinah Dianggap Sebagai Kloter Tetap

Oleh Admin 30-08-2015 14:10:01

Makkah (Pinmas) —- Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat menegaskan bahwa kelompok terbang (kloter) yang berangkat dari Madinah menuju Makkah dianggap sebagai kloter tetap. “Kloter yang datang di Makkah dianggap sebagai kloter tetap, meski sebenarnya mereka adalah kloter campuran,” demikian ditegaskan Arsyad dalam kesempatan meninjau kesiapan pemondokan di sektor 7 (Jarwal) untuk menerima kedatanagn kloter pertama jamaah dari embarkasi Jakarta – Bekasi, Sabtu (29/08).

Dengan adanya keputusan ini, lanjut Arsyad, maka jamaah hanya dapat berpindah kloter apabila masih ada kursi yang tersisa atau open seat. “Ketika di situ masih ada seat, kita tetap buka mekanisme tanazul,” terangnya. 

“Namun kita prioritaskan untuk yang sakit, termasuk yang tertinggal yang ingin bergabung dengan kloter asalnya. Tapi dengan syarat seat masih tersedia sehingga jamaah satu kloter bisa kembali penuh saat pulang,” tambahnya.

Dikatakan Arsyad bahwa mekanisme tanazul ini sama dengan proses yang sudah berlaku setiap musim pemulangan jamaah haji. Termasuk di dalamnya adalah mengajukan usulan dan menandatangani surat pernyataan jika usulan tersebut diterima. “Ada konsekuensi yang harus ditandatangani dalam surat pernyataan. Mereka tidak meminta ganti sekira ada beberapa pelayanan yang harus mereka terima tapi tidak dipenuhi. Misal, orang yang buru-buru pulang, harusnya pulang dari Madinah, tapi mau langsung pulang ke Jeddah setelah proses haji selesai, sehingga mereka tidak bisa Arbain. Itu boleh tapi mereka tidak boleh complain,” paparnya.

“Mereka mengajukan surat maju, lalu menandatangani surat pernyataan dengan syarat ada seat kosong. Kuncinya ada seat. Jika tidak ada, tidak bisa,” imbuhnya.

Terkait identitas jamaah jika tetap dalam kloter berangkatnya, Arsyad mengatakan bahwa Daker Makkah akan meneruskan kebijakan yang sudah diterapkan Daker Madinah. Jamaah akan mengenakan gelang dengan nomor kloter baru. “Kami juga akan pastikan semua jamaah membawa kartu nama hotel,” ujar Arsyad. 

Menurut Arsyad, kartu nama hotel itu menjadi petunjuk lokasi pemondokan jamaah. Tidak hanya itu, kartu nama hotel akan berguna kalau jamaah tersesat. “Mereka bisa menunjukkan kartu itu kepada siapapun, tidak hanya petugas dari Indonesia, agar dapat kembali ke pemondokannya,” kata dia. (mkd/mch/mkd)