Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Makkah Siap Sambut Jamaah

Oleh Admin 30-08-2015 14:02:56

Makkah (Pinmas) —- Daerah Kerja (Daker) Makkah siap menyambut jamaah haji Indonesia yang tergabung dalam enam kelompok terbang (kloter). Mereka direncanakan tiba di Makkah pada Ahad (30/8) pukul 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Keenam kloter tersebut adalah jamaah kloter pertama dari embarkasi Makassar (UPG 1), Jakarta-Bekasi (JKS 1), Jakarta – Pondok Gede (JKG 1), Surabaya (SUB 1), Balikpapan (BPN 1), dan Medan (KNO 1). 

Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat mengatakan bagian perumahan sudah melakukan pemeriksaan kamar dan fasilitas pemondokan agar siap dihuni jamaah haji asal Indonesia. “Kami pastikan seluruh fasilitas berfungsi,” kata dia, di Hotel Jirand Al-Taseer, Jarwal, Makkah, Sabtu (29/8). 

Fasilitas itu mulai dari kelayakan kamar, kunci yang dapat digunakan, kamar mandi, hingga sarana pendukung. “Pendukung itu seperti dispenser di setiap lantai, jemuran, dan mesin cuci,” kata Arsyad. 

Sebanyak 2.465 jamaah haji Indonesia yang tergabung dalam enam kloter berangkat dari Madinah  pukul 07.00 WAS. Untuk melaksanakan ibadah umrah, mereka akan mengambil miqat di Bir Ali, Madinah. 

Selanjutnya, jamaah akan menempati pemondokan yang sudah dibagi sesuai kloternya. ‎Pembagian pemondokan, yaitu kloter UPG 1 ditempatkan pada pemondokan nomor 601 dan 602. Kloter JKG 1 ditempatkan di pemondokan nomor 627. Tiga pemondokan itu terletak di Syisya dengan jarak terjauh empat kilometer dari Masjidil Haram dan karenanya telah disiapkan bus shalawat oleh PPIH Arab Saudi. 

SUB 1 dan KNO 1 ditempatkan di Sektor 5, Syisya. SUB 01 berada di pemondokan nomor 513 dan KNO 01 di pemondokan nomor 511. Sedangkan BPN 01 akan menempati pemondokan nomor 912 di Sektor 9, Misfalah.

Terakhir, JKS 01 ditempatkan di Sektor 7 dengan nomor perumahan 704. Pemondokan ini berlokasi di Hotel Jirand Al-Taseer, Jarwal, atau 1.080 meter dari Masjidil Haram. 

‎Kepala Sektor 7 Daker Makkah Misbahuddin mengatakan, jamaah hanya butuh 15 menit dengan berjalan kaki menuju Masjidil Haram. “Karena itu, tidak perlu naik bus shalawat,” kata dia. 

‎Dia menjelaskan, Hotel Jirand Al-Taseer yang memiliki empat menara dan 11 lantai, berkapasitas sekitar enam ribu tempat tidur. Ada lima kloter yang bakal menempati Hotel Jirand Al-Taseer ini. “Mereka akan tiba bertahap,” ujar dia.

Hingga Sabtu hari ini, Misbahuddin menyatakan, segala ‎fasilitas kamar sudah siap, termasuk jemuran. Namun, fasilitas mesin cuci dan dispenser masih belum cukup. “Satu galon berukuran 20 liter untuk 15 jamaah. Mereka janjikan segera dipenuhi,” kata dia. 

Pantauan Republika, kondisi kamar sudah siap ditempati. Pemilik hotel juga sudah menyediakan tempat pemanas makanan atau heater dan ruang makan.  Namun, belum tersedia kafetaria agar jamaah lebih mudah mendapatkan makan. PPIH Arab Saudi sudah meminta ketersediaan kafetaria agar jamaah bisa membeli makan pagi, makan malam, atau di luar layanan 15 kali makan siang.

Arsyad menerangkan, hal tersebut karena pemondokan belum mendapatkan izin dari pemerintah kota setempat untuk mendirikan kafetaria. “Semoga izinnya segera keluar ketika musim haji dimulai,” kata dia. 

Kalau pun tanpa kafetaria, ada toko Indonesia yang menjual bahan makanan asal Indonesia di depan Hotel Jirand. “Jamaah tidak bisa memasak di hotel ini karena bukan hotel tipe apartemen dan tidak ada ruang memasak,” ujar Misbahuddin. (ratna/mch/mkd)