Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Promosikan Papua ke Masyarakat Uni Eropa, Museum Papua Akan Dibuka Tahun Ini di Frankfurt

Oleh Admin 27-08-2015 15:30:52

Jakarta, Kemendikbud --- Kantor Promosi Papua yang berfungsi sebagai pusat informasi sekaligus promosi Papua untuk masyarakat Uni Eropa  telah didirikan  sejak 2009 lalu di Frankfurt, Jerman. Tahun ini sebuah museum yang menampilkan benda-benda asli dari Papua akan diresmikan di kota yang sama. Bagian utama bangunan museum kini tengah memasuki tahap penyelesaian yang ditargetkan rampung pada akhir Agustus ini.

Adalah antropolog Jerman, Werner F. Weiglein yang membantu mewujudkan pembangunan Museum Papua di kota tempat penyelenggaraan pameran buku terbesar dan tertua di dunia, Franfurt Book Fair (FBF). Penjelasan mengenai proses pembuatan museum itu disampaikannya saat bertemu tim dari Indonesia untuk persiapan FBF 2015.

Koleksi benda-benda tradisional Papua yang dikumpulkan Weiglein sudah lebih dari 800 jenis. Khusus untuk benda-beda dari suku Asmat, sudah ditulis buku katalog benda suku Asmat dalam Bahasa Jerman oleh penerbit Jerman yang berisi nama benda, penjelasan singkat, ukuran, dan kegunaan benda, serta informasi penting lainnya terkait benda tersebut.

Benda-benda ini telah dipetakan berdasarkan asal benda dan akan didisplay dalam museum yang sedang disiapkan. Benda-benda ini akan mulai ditata pada September mendatang. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan diharapkan memberikan sambutan dan menandatangani prasasti pada saat pembukaan museum ini.

Dalam portal museum papua disebutkan bahwa museum ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang salah satu budaya yang paling menarik dari Oceania, yang di banyak tempat masih utuh sampai hari ini. Papua unik dalam banyak hal. Pulau di ujung timur Indonesia ini merupakan pulau terbesar kedua di dunia yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar, baik flora dan faunanya. Papua memiliki 700 bahasa ibu yang mencerminkan keragaman budaya diucapkan. (Ratih Anbarini)