Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Ka.Kanwil Abdurrahman Moderatori Dialog Tokoh Lintas Agama Bersama Menag RI

Oleh Admin 25-08-2015 15:50:56

JakartaInmas — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta DR.H.Abdurrahman,M.Ag pimpin pelaksanaan Dialog Tokoh Lintas Agama Provinsi DKI Jakarta bersama Menteri Agama RI H.Lukman Hakim Saifudin yang digagas oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta dan Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi DKI Jakarta di Aula Jayakarta, Gedung Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta. (24/8).

Hadir dalam Dialog tersebut, para tokoh dan pemuka agama, pimpinan ormas keagamaan, ketua MUI Jakarta, Ketua FKUB se-Jakarta, PGI, KWI, PHDI, WALUBI, MATAKIN, para Kakankemenag Kota se DKI, dan pejabat eselon III di lingkungan Kanwil Kemenag DKI Jakarta.

Pada sesi pertama, moderator Abdurrahman memberikan kesempatan kepada Ketua FKUB Provinsi DKI Jakarta Prof.Dr.H.Syafi’i Mufid,MA memberikan penjelasan dan pandangan tentang kondisi terkini Kerukunan Umat Beragama yang ada di Provinsi DKI Jakarta. Pada awal agustus lalu, FKUB Provinsi DKI Jakarta bersama para tokoh agama dan majelis-majelis agama menggelar deklarasi bersama tentang komitmen kebangsaan Kerukunan Umat Beragama di Indonesia. Sehingga kondisi kerukunan umat beragama terkini di Jakarta sangat kondusif.

Menag RI saat memberikan pandangannya tentang kerukunan umat beragama menyampaikan bahwa Indonesia yang mempunyai keragaman suku bangsa, bahasa, etnis, tradisi, maupun keberagaman flora dan fauna tidak kalah penting terkait keragaman agamanya. Ini merupakan keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada bangsa Indonesia, ungkap Menag

Menag melihat, pada hakekatnya manusia dicipta dengan terbatas. Keragaman itu diciptakan, agar di antara kita yang terbatas ini, bisa saling mengisi, melengkapi dan saling menyempurnakan. Semua ini akan menjadi keberkahan jika keragaman yang ada kita sikapi dengan kearifan. Tuhan YME sengaja menciptakan keragaman di Bumi Nusantara ini.

“Keragaman itu sunnatullah, sesuatu yang given, karena memang Tuhan YME menghendakinya. Tujuannya adalah agar kita bisa saling mengenal, memahami, bekerja sama dan saling merajut,” ucap Menag.

Dan hebatnya, tandas Menag, para pendahulu kita, para pendiri Bangsa kita, dengan bijak meletakkan agama pada posisi yang sangat sentral dan penting. Pancasila, misalnya, seluruh silanya merupakan esensi dari nilai-nilai agama. Konstitusi kita, UUD ‘45 juga syarat dengan agama.

“Jadi, nilai-nilai agama merupakan faktor perekat yang mampu menjalin, merangkai dan merajut keragaman kita,” imbuh Menag.

Karena apa pun etnis kita, terang Menag, semua suku kita menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Tidak ada satupun etnis yang memisahkan nilai-nilai agama dari kehidpan kesehariannya, apapun agamnya, semua, sangat terkait dengan kehidupan keagamaan.

Ditambahkan Menag, dalam Pendahuluan UUD, dengan bijaknya para pendiri bangsa menyatakan, bahwa Kemerdekaan Indonesia, merupakan atas Berkat Rahmat Allah yang Maha Kuasa. Bahkan setiap pejabat negara, mulai Presiden hingga level bawah, setiap hendak mengawali masa jabatan, selalu disumpah dengan menyebut nama Tuhan. Bahkan di Indonesia, ada lingkup peradilan agama yang hampir tidak ada di negara lainnya di dunia.

“Tak bisa disangkal, agama memang mempunyai posisi yang sangat penting dalam kehidupan kita, baik sehari-hari maupun berbangsa dan bernegara,” ucap Menag.

Bahkan ujar Menag menegaskan, tujuan Pendidikan Nasional adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dan akhlak mulia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pasal 31 ayat 5, dengan tegas menyatakan bahwa; Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, harus menjunjung tinggi nilai-nilai agama. “Lagi-lagi agama menjadi acuan,” ucap Menag.

Mewakili Pemerintah, Menag mengapresiasi dan berterima kasih, kepada para tokoh agama dan majelis agama atas sumbangsih besarnya, sehingga Jakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya, mampu menjaga dan memelihara suasana harmonis dalam kehidupan antarumat beragama dengan baik. (g-penk/dm/dm/fk).