Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Biaya Haji Indonesia Paling Murah Di ASEAN

Oleh Admin 16-04-2015 07:36:28

Jakarta (Pinmas) —- Kementerian Agama saat ini  sedang membahas Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1436H/2015M dengan Panitia Kerja (Panja) DPR. Menag Lukman Hakim Saifuddin berharap BPIH ini sudah bisa disepakati bersama pada akhir April ini.

Meski demikian, Menag memastikan bahwa BPIH Indonesia adalah yang termurah di ASEAN. Hal ini ditegaskan Menag saat disinggung terkait adanya informasi bahwa biaya haji Indonesia lebih mahal dibanding negara tetangga dan fasilitasnya juga tidak lebih baik. 

“Saya menantang, tunjukan satu saja negara di ASEAN yang lebih murah (biaya hajinya) dari Indonesia,” tegas Menag saat berdiskusi dengan para jurnalis dan pemimpin redaksi MNC Group, Rabu (15/04)

Menurut Menag, biaya haji Malaysia berkisa USD 4.475. Singapura bahkan lebih mahal, mencapai USD 6.100 – 6.200. Sementara Indonesia, rata-rata BPIH tahun lalu adalah USD 3.219. Sekarang bahkan oleh Menag dipastikan akan turun. “Kita berharap di bawah USD 3.000. Mudah-mudahan bisa dicapai,” jelas Menag. 

Soal fasilitas yang diberikan kepada jamaah, Menag menegaskan bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang memberikan living cost sekitar USD 400 kepada jamaah. “Tidak ada satupun negara yang menerapkan kebijakan itu,” kata Menag.

“Saya pikir tidak benar kalau kita itu mahal,” tandasnya. 

Ditanya kenapa di Mina masih ada sebagian jamaah Indonesia yang menempati tenda dengan jarak cukup jauh dari Jamarat, Menag menjelaskan bahwa penempatan itu yang  menentukan adalah muassasah. Menag mengaku sudah meminta kepada pihak muassasah  agar jamaah Indonesia bisa ditempatkan pada tenda yang lebih dekat dengan Jamarat. Namun demikian, lanjut Menag, mereka beralasan bahwa jamaah Indonesia sangat banyak sehingga tidak mungkin semuanya bisa ditempatka berdekatan. 

“Karena banyaknya, kita tidak bisa semuanya dekat. Tapi kita terus berupaya karena kita seharusnya punya posisi tawar yang lebih dibanding negara lain,” tutur Menag. (mkd/mkd)