Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2015 Akan Hadirkan Mendagri dan Menkeu

Oleh Admin 02-04-2015 11:45:20

Jakarta, Kemendikbud --- Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ainun Na’im mengatakan, Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2015 akan mengundang berbagai pihak dari unsur pemerintah maupun masyarakat. Dari unsur pemerintah, RNPK 2015 akan menghadirkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo dan Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro.

“Kehadiran Mendagri perlu karena sebagian besar urusan pendidikan dikelola daerah. Dengan adanya otonomi daerah, pendidikan menjadi salah satu bidang yang diotonomikan,” ujar Ainun saat talkshow dengan Radio Sindo Trijaya di Studio Pusat Informasi dan Humas Kemendikbud, Jakarta, Jumat (27/03/2015).

Sedangkan Menkeu, lanjut Ainun, akan membahas tentang pembagian urusan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah sesuai UU No.23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. “Ada perubahan di situ. Karena itu perlu kehadiran Mendagri dan Menkeu,” katanya.

RNPK 2015 diharapkan dapat menghasilkan kesepahaman yang lebih baik lagi dari semua pihak mengenai program-program pendidikan yang dilaksanakan bersama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Ainun mengakui salah satu kendala yang dihadapi dalam menjalankan kebijakan di bidang pendidikan adalah otonomi daerah. “Karena kita tidak punya akses langsung ke daerah,” ujarnya

Namun ia menegaskan, fungsi pengawasan tetap ada dan berjalan. Untuk pengawasan eksternal pemerintah, negara memiliki Badan Pengawas Keuangan (BPK), untuk internal pemerintah ada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan untuk internal Kemendikbud ada Inspektorat Jenderal. Sedangkan di daerah juga terdapat Inspektorat Daerah.

“Kita harapkan kita juga punya akses tapi memang tidak bisa langsung. Harus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Kementerian Dalam Negeri untuk mengetahui bagaimana pendidikan dilaksanakan di daerah,” tutur Ainun. (Desliana Maulipaksi)